#9…..Membaca Sejarah

Sejarah itu bukan hanya sekedar catatan dari rentetetan peristiwa yang kemudian dikompilasi dalam bentuk sebuah buku, yang biasanya sangat tebal. Bukan pula dongeng dan cerita turun-temurun, yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenaranya. Sejatinya sejarah adalah sebuah gambaran dan visualisasi dari masa lalu, yang denganya, sejarah selalu memotret apa yang terjadi dalam silih bergantinya generasi manusia, jatuh dan bangunnya sebuah bangsa, muncul dan tenggelamnya peradaban, bangkit dan ambruknya sebuah kekuasaan dan seterusnya. Sehingga darinya, sejarah akan menjadi pelajaran yang sangat berharga. Sejarah adalah bukti empiris masa lalu. Dan sejarah bukan hanya yang ditulis secara tekstual dalam buku-buku tebal itu, pun demikian bukan pula apa yang dicerikan sambung-menyambung dari nenek moyang itu. Sejarah adalah kontekstual, dia berada di dalam buku dan apa yang ada di luar buku, dia melingkupi semua peristiwa, kejadian dan aktor, disaat sejarah itu terjadi. Maka, sejarah sesungguhnya merupakan petunjuk masa depan.

Saya bukan ahli sejarah. Saya hanya seorang penikmat sejarah. Itupun dilakukan dengan cara amatiran, yaitu dengan membaca buku-buku sejarah ataupun mungkin melihat tayangan di DVD atau nonton National Geographic. Bahkan pelajaran resmi sejarah yang pernah saya ikuti, hanya diperoleh di bangku SD, SMP dan SMA, selebihnya hanya mencari sendiri. Apa saja saya baca: mulai dari siroh nabawiyah, tarikh islam, dan berbagai buku sejarah dunia, maupun sejarah nasional, bahkan sejarah lokal lainnya. Karena, bagi saya dengan membaca sejarah saya, bisa melayang ke masa lalu, dan menyelam, menelisik jauh dalam relung-relung kehidupan masa lalu, dengan segala asesoris dan dinamika kehidupan saat itu. Pada saat yang sama, dengan sangat bebasnya membikin komparasi dengan membandingkan dengan kehidupan di mana saat ini saya hidup. Kadang, bisa tersenyum sendiri, jika kemudian masa lalu kita gunakan parameter masa kini, pun demikian sebaliknya. Maka, membaca sejarah, akan terasa indah. Continue reading

Resolusi Dua Ribu Sebelas

Inilah sebuah resolusi,  diawal tahun dua ribu sebelas,

Dikala usia berbilang tiga kali tiga belas,

Ketika tiada lagi ketergantungan, selain yang di Atas


Saatnya diri ini semakin mawas,

Saatnya beban hutang wajib lunas,

Saatnya semua  permasalahan tuntas

Continue reading

Naturalisasi, Politisasi dan Prestasi

Hari-hari ini, masyarakat Indonesia, dari semua kalangan dan lapisan, dari mulai rakyat jelata sampai dengan pemimpin Negara, tua dan muda, telah tersihir oleh hiruk-pikuk permainan Tim Nasional PSSI, dalam ajang piala Suzuki AFF, yang dulu di beri nama Piala Tiger. Turnamen AFF ini digelar 2 (dua) tahun sekali, merupakan kompetisi yang di memperebutkan sebuah piala, khusus bagi negara-negara yang berada di kawasan Asia Tenggara.  Sebaimana kita ketahui, Timnas, menunjukkan prestasi yang cukup membanggakan dan member harapan. Sebab sejak dari babak penyisihan, menunjukkan tingkat permainan yang di atas rata-rata peserta turnamen lainnya. Bayangkan dalam 3 pertandingan di penyisihan group, memasukkan 13 goal, dan sampai babak semifinal yang di kemas dalam home and away, total telah memasukkan 15 goal. Artinya jika di rata-rata, Timnas Indonesia memasukkan 3 goal di setiap pertandingan. Sebuah angka yang mengandung arti, bahwa permainan Timnas adalah memperagakan sepakbola menyerang. Continue reading

Penyakit Kronis

Luar biasa, saya mengidap salah satu penyakit yang agak kronis  akhir-akhir ini. Terutama ketika berhubungan dengan nge-blog. Jika penyakit ini sudah datang, maka 1001 macam alasan bisa tertuang. Dengan gampang akan tumpah-ruah sebagai justifikasi atas penyakit itu. Padahal sudah lama, bahkan jauh hari sebelum blog ini aku aktif-kan, aku sudah berusaha menjauhi penyakit ini. Bahkan sudah aku siapkan penawarnya, yaitu dengan bertekat untuk selalu rutin meng-update blog ini.

Blog ini di buat bukan untuk sok-sok-an. Akan tetapi lebih di dorong oleh keinginan untuk  membiasakan, mendisiplinkan diri, belajar dan sekaligus menuangkan ide dan gagasan. Syukur Alhamdulillah bila bisa berbagi dan menginspirasi kepada siapa saja yang mengunjungi blog ini. Continue reading

Penduduk dunia Mendekati 7 milyar

Nggak sengaja, pas ngobrol-ngobrol santai dengan teman-teman, kira-kira berapa sih jumlah manusia penghuni dunia ini. Kami berdebat panjang, yang intinya hampir sama, bahwa penduduk bumi itu sekitar 6 M.

Kemudian saya iseng nge-browsing, coba cari-cari info di Mbah Google, di arahkan ke wikipedia, dimana hasil sensus penduduk dunia bulan Juli 2008, berjumlah 6,707 M. Jadi mendekati diskusi kami di awal. Hasil itu bisa dilihat http://en.wikipedia.org/wiki/World_population.

Saya dikejutkan oleh situs http://www.ibiblio.org/lunarbin/worldpop yang meng-counter, jumlah populasi penduduk setiap saat, yang ketika saya capture berjumlah 6.985.188.154, dan counternya terus bertambah. Jadi ketika anda mengunjungi situs itu, jumlahnya akan berbeda dengan yang saya screen shoot ini, bahkan mungkin dalam beberapa bulan atau tahun lagi populasi penduduk dunia akan mencapai 7 M.  Ternyata dunia semakin sesak dengan manusia. Dan mereka berkompetisi untuk  menggapai kepentingan masing-masing, atau berebut untuk mendapatkan 1 rahmat dari 99 rahmat Allah SWT, untuk mahkluknya. Wallahu a’lam